DETAIL BERITA

Pendidikan tinggi tidak lagi cukup hanya berorientasi pada kualitas lokal, tetapi dituntut untuk mampu bersaing dan berkontribusi dalam konteks global. Dalam menghadapi realitas tersebut, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mengambil langkah konkret melalui inisiatif penyelenggaraan program joint degree bersama Kyungdong University (KDU), Korea Selatan, untuk Program Studi S1 Manajemen. Inisiatif ini bukan hanya menjadi capaian strategis bagi UMKT, tetapi juga menandai sejarah baru bagi dunia pendidikan tinggi di wilayah Kalimantan, yang untuk pertama kalinya berhasil menyelenggarakan program joint degree yang diakui secara legal oleh pemerintah Indonesia.

Program ini telah secara resmi memperoleh persetujuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui surat persetujuan No: 0192/B.B2/KS.05.01/2025 tertanggal 14 April 2025.
Legalitas ini memastikan bahwa skema program yang ditawarkan telah memenuhi standar akademik, administratif, dan hukum yang berlaku. Mahasiswa dalam program ini akan menempuh dua tahun studi awal di UMKT dan melanjutkan dua tahun berikutnya di Kyungdong University, Korea Selatan. Setelah menyelesaikan seluruh proses akademik, mereka akan mengikuti prosesi wisuda di Korea Selatan dan menerima dua ijazah resmi: Sarjana Manajemen dari UMKT dan Bachelor of Business Administration dari Kyungdong University. Kedua ijazah tersebut dapat disetarakan melalui sistem penyetaraan ijazah luar negeri KEMDIKBUDRISTEK di laman: https://piln.kemdikbud.go.id/
Program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pengalaman akademik lintas negara, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun jejaring internasional yang kuat. Mahasiswa yang mengikuti program ini akan merasakan langsung perbedaan pendekatan pembelajaran, budaya organisasi kampus, dan interaksi sosial lintas budaya.
Keberhasilan UMKT dalam menjalin kerja sama ini menjadi bukti bahwa institusi pendidikan tinggi di daerah juga mampu berbicara di panggung internasional jika memiliki keberanian untuk berinovasi, kesiapan administratif, serta dukungan dari pihak-pihak strategis seperti kementerian dan perwakilan diplomatik.
Kolaborasi ini juga memperlihatkan bahwa internasionalisasi bukanlah monopoli universitas-universitas besar di kota metropolitan, melainkan dapat menjadi milik siapa saja yang memiliki visi jauh ke depan dan komitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswanya.

