DETAIL BERITA

Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) di Kalimantan Barat menunjukkan komitmen dan respon cepat dalam menanggulangi dampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui kekuatan civitas akademika dan fasilitas kampus, PTMA di Kalbar seperti ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Universitas Muhammadiyah Pontianak (UM Pontianak), dan Politeknik 'Aisyiyah Pontianak menerjunkan layanan Rumah Oksigen Gratis serta bantuan kesehatan bagi masyarakat umum yang terdampak kabut asap.
Inisiasi berbasis kampus ini sejalan dengan gerakan kemanusiaan “One Muhammadiyah One Response”, di mana PTMA mengambil peran sentral sebagai pusat pelayanan kesehatan darurat dan mitigasi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
ITEKES Muhammadiyah Kalbar Jadikan Kampus dan Klinik Pusat Layanan Oksigen Gratis
Sebagai bentuk kepedulian terhadap penurunan kualitas udara, ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat meresmikan dua titik lokasi Rumah Oksigen gratis pada Senin (31/8). Fasilitas ini disiagakan di Kampus ITEKES Muhammadiyah Kalbar (Jalan Sungai Raya Dalam) serta di Klinik Muhammadiyah Health Care Center (MHCC), Tanjung Raya II, Desa Kapur.
Peluncuran dihadiri oleh civitas akademika, warga sekitar kampus, serta perwakilan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalbar, Hermayani Putera.
Rektor ITEKES Muhammadiyah Kalbar, Lidia Hastuti, menjelaskan bahwa layanan di lingkungan kampus ini berfokus pada pertolongan awal dan pemantauan kondisi pasien sebelum rujukan medis dilakukan. Fasilitas ini menyediakan terapi oksigen, pemeriksaan kesehatan dasar, dan edukasi ISPA dengan jam operasional rutin pukul 08.00–16.00 WIB serta sistem siaga on call 24 jam untuk kondisi darurat.
“Keberadaan fasilitas Rumah Oksigen berbasis kampus ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Lidia.
Aksi ini dilengkapi dengan penyerahan bantuan penanganan karhutla dari civitas akademika ITEKES Muhammadiyah Kalbar dan KL Lazismu ITEKES Kalbar kepada MDMC, serta pembagian 2.000 masker gratis yang disalurkan dalam dua tahap di Bundaran Digulis, Bundaran Gofaraya, Pasar Swadaya Serdam, dan area sekitar kampus.
UM Pontianak Buka Rumah Oksigen Gratis 24 Jam di Area Kampus
Langkah serupa dijalankan oleh Universitas Muhammadiyah Pontianak (UM Pontianak) dengan menghadirkan Rumah Oksigen gratis di dalam lingkungan kampus sejak Jumat (28/8). Fasilitas ini disiapkan secara terbuka tanpa dipungut biaya untuk masyarakat umum maupun civitas akademika (mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan).
Kepala BSDM UM Pontianak, Indah Budiastutik, menekankan bahwa seluruh pelayanan medis di posko kampus ini dapat diakses secara gratis.
Rektor UM Pontianak, Heriansyah, berharap keberadaan Rumah Oksigen di UM Pontianak dapat mendorong lahirnya titik-titik bantuan serupa di berbagai wilayah permukiman warga.
“Ketika ada warga yang terpapar kemudian sesak napas, bisa segera terselamatkan lewat Rumah Oksigen. Di UM Pontianak, layanan ini siap diakses Insya Allah 24 jam,” tegas Heriansyah.
Keterlibatan Politeknik 'Aisyiyah Pontianak bersama ITEKES Muhammadiyah Kalbar dan UM Pontianak mempertegas posisi PTMA sebagai perguruan tinggi swasta yang tangguh dan responsif terhadap krisis kesehatan masyarakat. Civitas akademika PTMA tidak hanya menyediakan sarana kampus, tetapi juga mengerahkan tenaga ahli kesehatan, dosen, dan relawan mahasiswa untuk melayani publik secara langsung.
LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan terus mendukung inisiatif dan pengabdian masyarakat yang ditunjukkan oleh PTMA di Kalimantan Barat sebagai wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi keselamatan warga.
Sumber : Humas ITEKES Muhammadiyah Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak
Editor : Humas LLDIKTI Wilayah XI (Ad)
