DETAIL BERITA

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) YARSI Pontianak, Akademi Farmasi Yarsi Pontianak membuktikan komitmen nyata perguruan tinggi berdampak dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya. Kampus kesehatan ini tidak hanya mendirikan posko dan menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kubu Raya, tetapi juga menerjunkan total 62 personel gabungan untuk mendampingi para petugas pemadam kebakaran dan masyarakat terdampak.
Langkah strategis ini diawali dengan digelarnya Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Tahun 2026 Provinsi Kalimantan Barat untuk wilayah Kabupaten Kubu Raya di kampus STIKes YARSI Pontianak. Pertemuan lintas sektor tersebut melibatkan Pemda Kabupaten Kubu Raya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi masyarakat (ormas), RSU YARSI Pontianak, serta Akademi Farmasi (Akfar) YARSI Pontianak.
Sebelum rakor digelar, tim STIKes YARSI telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak dan posko lapangan pada Selasa (25/8) untuk memetakan kondisi riil serta kebutuhan operasional medis di lapangan.
Sebagai bentuk aksi nyata hasil koordinasi bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, YARSI Pontianak menerjunkan tim gabungan lintas disiplin. Total personel yang dikerahkan mencapai 62 orang, terdiri dari 2 dokter (RSU YARSI), 21 perawat (dosen STIKes), 19 apoteker (dosen Akfar), dan 20 mahasiswa gabungan STIKes serta Akfar, dengan dukungan 3 unit ambulans RSU YARSI.
Ketua Pengurus YARSI Pontianak, Suhadi, menyampaikan bahwa aksi kolaborasi dengan pemda dan elemen masyarakat ini bertujuan agar kehadiran institusi pendidikan tinggi dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh para petugas pemadam kebakaran (damkar) dan relawan yang telah berjibaku menembus asap pekat serta panasnya api selama hampir dua bulan terakhir.
Suhadi menjelaskan, aksi kemanusiaan yang berlangsung mulai Rabu (26/8) hingga kondisi Karhutla membaik ini difokuskan pada pengoperasian Posko Kesehatan dan Posko Segar dengan sistem teknis pelayanan harian yang terstruktur.
"Setiap harinya kami menurunkan tim operasional yang terdiri dari 1 dokter, 3 perawat, 2 apoteker, dan 5 mahasiswa yang bertugas secara bergantian per shift. Penyiagaan tim medis ini krusial untuk menjaga kondisi fisik para petugas damkar di lapangan," ujar Suhadi di Kubu Raya.
Di posko tersebut, insan akademis YARSI memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan gangguan pernapasan akibat asap karhutla, pembagian obat tetes mata, pendistribusian logistik kesehatan, hingga penyuntikan vitamin booster.
Aksi pengabdian masyarakat ini juga menyinergikan peran kampus dengan Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya. Ketua Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya, Juliansyah, mengapresiasi tinggi kolaborasi dan intervensi medis dari YARSI Pontianak. Menurutnya, keberadaan tim medis kampus sangat membantu menjaga stamina dan kondisi fisik para relawan di tengah munculnya titik-titik api baru.
Rangkaian rapat koordinasi hingga aksi lapangan ini menjadi bukti konkret pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. STIKes YARSI Pontianak menunjukkan bahwa perguruan tinggi mampu bertindak sebagai penggerak kolaborasi dengan pemerintah daerah demi memberikan dampak serta solusi nyata bagi keselamatan masyarakat dan lingkungan.
Sumber: Humas STIKes Yasi Pontianak
Editor: Humas LLDIKTI Wilayah XI (Ad)
