DETAIL BERITA

WASPADA ISPA: Tanggap Darurat Karhutla Kalsel, Politeknik Unggulan Kalimantan Bagikan Ribuan Masker dan Edukasi Warga
Menanggapi meningkatnya ancaman kepekatan kabut asap dan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Politeknik Unggulan Kalimantan (POLANKA) memanifestasikan peran nyata perguruan tinggi melalui aksi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Waspada ISPA” pada Selasa (1/9).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, luas lahan terdampak karhutla di wilayah ini telah menembus angka lebih dari 10.000 hektare. Penurunan kualitas udara akibat paparan asap gambut yang pekat memicu lonjakan kasus ISPA, khususnya di wilayah perkotaan seperti Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
Merespons kondisi tersebut, POLANKA membuktikan komitmennya bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada akademis di dalam kelas, tetapi hadir langsung memberikan solusi dan dampak nyata bagi masyarakat. Sebanyak 45 personel yang terdiri dari 25 dosen dan 20 mahasiswa diterjunkan langsung untuk membagikan ribuan masker serta air mineral di tiga lokasi padat aktivitas yakni Perempatan Gatot Subroto Jalan A. Yani, Jalan Lambung Mangkurat, dan Jalan A. Yani Km 14,800, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar
Tak sekadar membagikan bantuan fisik, tim POLANKA juga mengedukasi warga pengguna jalan mengenai pentingnya penggunaan masker medis/N95 untuk menyaring partikel mikroskopis bahaya asap karhutla.
Direktur POLANKA, Husin, menjelaskan bahwa Gerakan Berbagi Masker ini ditargetkan menjangkau hingga 3.000 masker guna melindungi masyarakat umum dan kelompok rentan di tengah kepungan kabut asap.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan aksi nyata perguruan tinggi atas bencana karhutla di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Penanganan dampak bencana ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi butuh kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Aksi sosial dan edukatif ini dapat terlaksana berkat kerja sama dan dukungan penuh dari mitra kami, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Tabungan Negara (BTN),” jelas Husin.
Koordinator PkM POLANKA, Yuliana Salman, menekankan pentingnya kehadiran insan akademis di tengah krisis kesehatan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa kampus hadir langsung di tengah masyarakat. Kami tidak hanya membagikan masker dan air mineral, tetapi juga memberikan pemahaman agar masyarakat lebih waspada dan peka dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan dari paparan asap dan debu,” ungkap Yuliana.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik POLANKA, M. Zaini, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam penanggulangan dampak karhutla merupakan bentuk pembelajaran berbasis aksi nyata (real-world impact). Melalui PkM ini, mahasiswa diasah untuk memiliki empati sosial yang tinggi sekaligus mempraktikkan ilmu terapan mereka dalam memberikan kontribusi langsung bagi kesehatan publik.
Kehadiran POLANKA melalui gerakan ini menegaskan kembali fungsi utama perguruan tinggi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Lewat semangat “Dari Kampus untuk Masyarakat”, POLANKA berharap aksi ini dapat terus mendorong kesadaran warga Kalimantan Selatan untuk disiplin menjaga kesehatan diri, menerapkan protokol kesehatan pernapasan, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Sumber: Humas Poltek Unggulan Kalimantan
Editor: Humas LLDIKTI Wilayah XI (Ad)
