DETAIL BERITA
BANJARBARU – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI menerima audiensi dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Kalimantan Selatan pada 23 Juli 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas perpustakaan perguruan tinggi sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Audiensi membahas berbagai isu strategis, di antaranya penguatan peran perpustakaan perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatan mutu layanan perpustakaan, pengembangan kompetensi pustakawan, transformasi layanan berbasis digital, hingga peluang kerja sama antarlembaga dalam memperluas akses terhadap sumber-sumber informasi ilmiah.
Kepala LLDIKTI Wilayah XI, Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si., menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya akademik serta meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi.
"Perpustakaan merupakan jantung perguruan tinggi. Ketersediaan referensi yang berkualitas akan sangat memengaruhi kualitas tulisan, penelitian, maupun karya ilmiah mahasiswa. Karena itu, perpustakaan harus terus diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan sivitas akademika di era transformasi digital," ujarnya.
Muhammad Akbar menekankan bahwa perguruan tinggi perlu memastikan ketersediaan koleksi buku yang relevan dengan kurikulum dan materi pembelajaran yang disampaikan dosen. Selain itu, akses terhadap jurnal ilmiah bereputasi nasional maupun internasional juga harus menjadi perhatian agar dosen dan mahasiswa memperoleh sumber referensi yang kredibel dan mutakhir.
Ia juga mendorong pengembangan kolaborasi melalui skema resource sharing dengan perpustakaan perguruan tinggi lain, perpustakaan daerah, maupun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperluas akses terhadap sumber informasi sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan koleksi perpustakaan.
Lebih lanjut, Muhammad Akbar mengingatkan bahwa perpustakaan harus mampu bertransformasi menjadi ruang belajar yang nyaman, modern, dan inovatif sehingga mampu meningkatkan minat mahasiswa untuk berkunjung, berdiskusi, belajar, dan mengembangkan kreativitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan komitmen pimpinan perguruan tinggi dalam memberikan dukungan pendanaan yang memadai bagi operasional perpustakaan, pengembangan koleksi, peningkatan kompetensi pustakawan, serta penguatan layanan berbasis teknologi informasi.
Sementara itu, Ketua FPPTI Wilayah Kalimantan Selatan, Muhammad Juanda, S.I.Pust., menyampaikan bahwa hingga saat ini anggota FPPTI Kalimantan Selatan berjumlah 22 perguruan tinggi, sehingga masih terdapat peluang bagi perguruan tinggi lainnya untuk bergabung dalam forum sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan perpustakaan perguruan tinggi.
Menurutnya, FPPTI memiliki sejumlah program strategis, antara lain peningkatan kompetensi pustakawan melalui pelatihan dan pendampingan, berbagi praktik baik pengelolaan perpustakaan, penguatan jejaring kerja sama antarpustakawan, hingga pendampingan menuju Akreditasi Perpustakaan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Ia berharap semakin banyak perpustakaan perguruan tinggi yang memperoleh akreditasi sebagai bentuk pengakuan terhadap mutu layanan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan.
Melalui audiensi ini, LLDIKTI Wilayah XI dan FPPTI Wilayah Kalimantan Selatan berkomitmen memperkuat sinergi dalam mendorong transformasi perpustakaan perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif dalam memberikan layanan, serta mampu menjadi pusat literasi, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, menghasilkan lulusan yang berkualitas, serta memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
