DETAIL BERITA

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Gedung Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (9/5). Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Perguruan Tinggi” ini menjadi ajang memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi se-Kalimantan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kepala LLDIKTI Wilayah XI, Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Komisi X DPR RI secara daring, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek (Ditjen Risbang), Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti), serta perwakilan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Kalimantan.
Kepala LLDIKTI Wilayah XI, Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si., menyampaikan bahwa di wilayah XI terdapat 15 perguruan tinggi negeri, dengan tiga di antaranya telah berstatus unggul, serta 154 perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi.
Ia menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah XI terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Salah satunya melalui pengembangan sistem layanan daring dengan 52 menu layanan sebagai bentuk transformasi layanan berbasis digital (paperless).
“Rakor ini kembali dilaksanakan setelah tiga tahun lalu. Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman,” ungkapnya.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi merupakan prioritas nasional yang memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, tantangan bersama saat ini adalah mendorong perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) yang belum unggul agar terus meningkatkan kualitas, termasuk melalui penguatan sertifikasi dosen sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan.
“IKU merupakan kompas atau navigasi dalam pengembangan perguruan tinggi agar arah peningkatan mutu dapat berjalan secara terukur,” ujarnya.
Ia juga berharap keberadaan IKN dapat menjadi ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi melalui program magang, penelitian, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan demikian, lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Melalui Rakor ini, diharapkan tercipta sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat dalam meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan tinggi di wilayah Kalimantan maupun Indonesia secara umum.
Humas Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan
