DETAIL BERITA

Samarinda – Semangat baru untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan digaungkan dalam acara NextGen Leaders: Shaping a Brighter Tomorrow yang digelar di Aula Universitas Mulawarman. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PalmCo dan BenihBaik.com, serta dihadiri oleh lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan (17/6).

Tampil sebagai narasumber utama, Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Wamen Stella menyampaikan orasi inspiratif mengenai pentingnya kesiapan kognitif dan keterampilan abad 21 di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).
“Tantangan hari ini sebenarnya tak jauh berbeda dari 20 tahun lalu saat saya menjadi mahasiswa. Tapi sekarang, perkembangan AI membuat skill teknis makin mudah tergantikan. Yang dibutuhkan adalah keterampilan yang tak bisa digantikan oleh AI,” ujar Wamen Stella.

Dalam paparannya, Prof. Stella menyebut beberapa keterampilan utama yang harus dikuasai mahasiswa agar mampu menjawab tuntutan zaman dan menjadi pribadi yang dicari oleh penyedia kerja yakni di antaranya:
-
Decision Making – Mampu memilih solusi terbaik dari berbagai pilihan.
-
Critical Thinking – Berpikir logis dan objektif dalam menilai informasi.
-
Critical Analysis – Paham memahami data untuk keputusan.
-
Time Management – Pandai mengatur waktu dan menyusun prioritas.
-
Problem Solving – Tanggap dan kreatif menyelesaikan masalah.
-
Coordination People – Mengkoordinasikan orang-orang yang terlibat.
“AI punya kelebihan dalam hal teknis, seperti menyimpan informasi dan membuat program, tapi tidak bisa menggantikan manusia dalam hal penilaian dan keputusan. Teruslah mengasah kemampuan-kemampuan ini, maka kita akan tetap relevan dan dibutuhkan,” ujar Wamen Stella.
Wamen Stella menegaskan bahwa keterampilan ini harus mulai diasah sejak duduk di bangku kuliah agar sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin dan memberi dampak.
Keterampilan ini dapat mahasiswa dapatkan dibangku kuliah misal dari riset bersama dosen.
“Pendidikan bukan soal ijazah, tapi tentang membentuk karakter. Mahasiswa harus aktif berpikir kritis, berempati, dan terlibat langsung di masyarakat,” tambahnya.
Acara ini dimoderatori oleh jurnalis ternama sekaligus founder BenihBaik.com, Andi Noya, yang menghadirkan suasana diskusi yang hangat dan menyentuh. Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah XI, Muhammad Akbar, yang mendampingi Wamendiktisaitek dalam rangkaian kunjungan ke kampus.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan generasi muda di daerah, PalmCo juga memperkenalkan PalmCo Scholarship — program beasiswa yang menyasar mahasiswa dari berbagai daerah termasuk Kalimantan. Inisiatif ini diharapkan menjadi jembatan untuk memperluas akses pendidikan dan mencetak pemimpin-pemimpin lokal yang siap membawa perubahan positif.
